Agen Bola dan Judi bola online

Archive for the ‘Cerita Dewasa Perkosaan’ Category

Cerita Dewasa Seks Aku diperkosa adik iparku sendiri

Friday, May 6th, 2011

Cerita dewasa seks yang ingin coba aku bagi dalam cerita sex kali ini adalah cerita dewasa yang cukup memilukan hati. Aku telah diperkosa oleh adik iparku sendiri. Pengen tahu tentang kelanjutan cerita dewasa seks ini ? Sebelum membaca cerita dewasa seks ini saya minta bantuannya agar terus berlangsungnya website ini bantu like dong facebook kami biar fans page nya hidup dan banyak yang kirim cerita seks ke redaktur kami. Jadi kami bisa terus melanjutkan website ini dan memberi cerita-cerita seks dan cerita dewasa terbaru untuk anda semua.

(more…)

Cerita Dewasa Seks Pemerkosaan Rita

Wednesday, February 16th, 2011

Cerita dewasa berikut ini adalah sebuah kisah seks pemerkosaan pada rita. Rita adalah seorang wanita karir yang berumur 31 tahun, dengan tinggi badan 160 cm, berat 45 kg. Dia memiliki kulit sawo matang karena dia keturunan Jawa-Batak. Bentuk tubuhnya pun sangat menggiurkan bagi setiap mata laki-laki yang memandangnya, meskipun ukuran vital payudaranya tergolong kecil karena cuma 32A.

Malam itu Rita pulang agak terlambat dari tempat kerjanya. Sekitar jam 8 malam Rita menunggu bis sendirian di halte seberang kantornya. Tanpa diketahuinya, sebuah mobil van berkaca gelap telah mengamati dirinya dari jauh. Tiba-tiba sebuah van tersebut berhenti di depan halte tersebut dan Rita langsung diseret masuk ke dalam dan van kembali dijalankan. Di dalam van tersebut sudah ada enam orang pria dan Rita dipaksa untuk menuruti kemauan mereka. Rita duduk kursi bagian tengah dimana ia diapit oleh dua orang, dan tanpa basa-basi lagi dua orang tersebut langsung menggerayangi Rita dengan brutal.

Diperjalanan Rita dipaksa duduk dalam posisi mengangkang dan kedua orang tersebut mulai bergantian memasukkan tangannya dibalik rok span Rita sambil meremas-remas paha dan selangkangan Rita, hingga akhirnya kedua orang tersebut sudah tidak tahan lagi dan memaksa Rita mengocok batang kejantanan mereka bergantian. Rita dipaksa melingkarkan tangannya di batang kejantanan mereka kiri dan kanan dan dipaksa mengocoknya. Belum lagi selesai dikocok mobil sudah sampai di tujuan dan Rita langsung dipaksa masuk ke dalam rumah mereka, dan betapa kagetnya Rita ketika masuk ke dalam rumah tersebut, karena di sana sudah menunggu 30 orang lagi untuk mengantri Rita. Total 36 orang akan mengerjai Rita.

(more…)

Cerita Dewasa – Seks di Kolam Renang Penuh Kenikmatan

Friday, September 3rd, 2010

Menulis cerita dewasa kehidupan manusia mungkin tak pernah ada habisnya,setiap apa yang diciptakannya mempunyai sisi yang berbeda.baik Pola pikir dan kehidupannya. APakah kita sebagai manusia itu harus senantiasa bisa menjalani kehidupan ini dengan berpikir “bisa’,tak tentu,setiap manusia ada sisi keterbatasan,Dimana ada sisi buruk dan baik itu saling bergantian,apakah setiap orang diberi jiwa yang kuat seperti baja,ada yang diberi jiwa lapuk kayak kayu usang.Ini kisah nyata semua diambil dari kejadian yang sebenarnya baik dan buruk cuman anda yang tau,inilah pengalaman sex yang diringkas dalam cerita seks perkosaan yang akan saya sajikan.Hari itu, sekitar jam 12 siang, aku baru saja tiba di vilaku di puncak. Pak Joko, penjaga vilaku membukakan pintu garasi agar aku bisa memarkirkan mobilku. Pheew.. akhirnya aku bisa melepaskan kepenatan setelah seminggu lebih menempuh UAS. Aku ingin mengambil saat tenang sejenak, tanpa ditemani siapapun, aku ingin menikmatinya sendirian di tempat yang jauh dari hiruk pikuk ibukota. Agar aku lebih menikmati privacy-ku maka kusuruh Pak Joko pulang ke rumahnya yang memang di desa sekitar sini. Pak Joko sudah bekerja di tempat ini sejak papaku membeli vila ini sekitar 7 tahun yang lalu, dengan keberadaannya, vila kami terawat baik dan belum pernah kemalingan. Usianya hampir seperti ayahku, 50-an lebih, tubuhnya tinggi kurus dengan kulit hitam terbakar matahari. Aku daridulu sebenarnya berniat mengerjainya, tapi mengingat dia cukup loyal pada ayahku dan terlalu jujur, maka kuurungkan niatku.

“Punten Neng, kalau misalnya ada perlu, Bapak pasti ada di rumah kok, tinggal dateng aja” pamitnya.
Setelah Pak Joko meninggalkanku, aku membereskan semua bawaanku. Kulempar tubuhku ke atas kasur sambil menarik nafas panjang, lega sekali rasanya lepas dari buku-buku kuliah itu. Cuaca hari itu sangat cerah, matahari bersinar dengan diiringi embusan angin sepoi-sepoi sehingga membuat suasana rileks ini lebih terasa. Aku jadi ingin berenang rasanya, apalagi setelah kulihat kolam renang di belakang airnya bersih sekali, Pak Joko memang telaten merawat vila ini. Segera kuambil perlengkapan renangku dan menuju ke kolam.

Sesampainya disana kurasakan suasanya enak sekali, begitu tenang, yang terdengar hanya kicauan burung dan desiran air ditiup angin. Tiba-tiba muncul kegilaanku, mumpung sepi-sepi begini, bagimana kalau aku berenang tanpa busana saja, toh tidak ada siapa-siapa lagi disini selain aku lagipula aku senang orang mengagumi keindahan tubuhku. Maka tanpa pikir panjang lagi, aku pun melepas satu-persatu semua yang menempel di tubuhku termasuk arloji dan segala perhiasan sampai benar-benar bugil seperti waktu baru dilahirkan. Setelah melepas anting yang terakhir menempel di tubuhku, aku langsung terjun ke kolam. Aahh.. enak sekali rasanya berenang bugil seperti ini, tubuh serasa lebih ringan. Beberapa kali aku bolak-balik dengan beberapa gaya kecuali gaya kupu-kupu (karena aku tidak bisa, hehe.. )

20 menit lamanya aku berada di kolam, akupun merasa haus dan ingin istirahat sebentar dengan berjemur di pinggir kolam. Aku lalu naik dan mengeringkan tubuhku dengan handuk, setelah kuambil sekaleng coca-cola dari kulkas, aku kembali lagi ke kolam. Kurebahkan tubuhku pada kursi santai disana dan kupakai kacamata hitamku sambil menikmati minumku. Agar kulitku yang putih mulus ini tidak terbakar matahari, kuambil suntan oilku dan kuoleskan di sekujur tubuhku hingga nampak berkilauan. Saking enaknya cuaca di sini membuatku mengantuk, hingga tak terasa aku pun pelan-pelan tertidur. Di tepi kolam itu aku berbaring tanpa sesuatu apapun yang melekat di tubuhku, kecuali sebuah kacamata hitam. Kalau saja saat itu ada maling masuk dan melihat keadaanku seperti itu, tentu aku sudah diperkosanya habis-habisan.

(more…)